Selamat Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Kantor Imigrasi Kelas II Depok mengucapkan Selamat Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-89

Upacara Peringatan hari Ibu ke 89 di Kantor Imigrasi Kelas II Depok pada tanggal 22-12-2017, semoga para ibu dpt menjadi ibu-ibu penyejuk hati keluarga kita semua.

Selamat Hari Ibu

Midi mengucapkan selamat hari ibu, untuk ibu-ibu hebat diseluruh dunia tanpa doa dan kasih sayang ibu kami bukanlah siapa2…. terimakasih ibu…

Program Pengawasan WNA Imigrasi Depok Menuai Penghargaan

 

Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, meraih penghargaan sebagai Kantor Imigrasi dengan Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) paling aktif di Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Penghargaan tersebut, diberikan secara langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jawa Barat, belum lama ini.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah kegiatan pengawasan orang asing yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2017. Yaitu, meliputi pengawasan yang bersifat mandiri maupun operasi gabungan yang dilaksanakan bersamaan dengan sejumlah instansi terkait lainnya.

“Selama tahun 2017 kami telah melakukan 335 operasi pengawasan orang asing yang bersifat mandiri. Kemudian, kami juga melakukan satu kali operasi gabungan bersama Timpora, serta satu kali operasi gabungan bersama Kantor Imigrasi Jakarta Timur,” kata Dadan kepada depok.go.id, Rabu (20/12/2017).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok juga telah menggelar rapat Timpora sebanyak enam kali. Dari jumlah tersebut, lima kegiatan rapat Timpora digelar dengan mengundang seluruh Camat dan Lurah yang ada di Kota Depok.

“Kami mengundang mereka untuk mengikuti sosialisasi agar dapat mengerti bahwa pengawasan terhadap orang asing di Kota Depok bukan hanya menjadi tanggung jawab Kantor Imigrasi saja. Namun juga menjadi kewajiban dari seluruh anggota Timpora, termasuk para lurah dan camat,” tuturnya.

Dadan menambahkan, dari pengawasan tersebut pihaknya telah mendeportasi 23 Warga Negara Asing (WNA)  ilegal. Serta,  memberikan denda berupa biaya beban kepada 45 WNA.

“Upaya ini akan terus kami tingkatkan agar tidak ada lagi WNA yang tidak memiliki izin tinggal di Kota Depok,” tutupnya. (sumber : depok.go.id)

Peringati Hari Bhakti, Pelayanan Imigrasi Depok Buka Saat Weekend

 

Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok menggelar layanan pengurusan pembuatan paspor pada hari Sabtu. Hal tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-68 pada 26 Januari 2018.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan mengatakan, program yang bertajuk Simpatik Mumpuni Integritas Lugas Empati (SMILE) Layanan Paspor Simpatik tersebut, dilaksanakan selama lima pekan. Yaitu, sejak 16 Desember 2017 hingga 20 Januari 2018.

“Mengenai pelayanannya sama dengan pelayanan di hari kerja. Hanya saja, untuk waktu pelayanan kami batasi mulai pukul 09.00 – 13.00 WIB,” kata Dadan kepada depok.go.id, Selasa (19/12/2017).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, setiap pekan pelaksanaannya, Layanan Paspor Simpatik tersebut hanya memberikan pelayanan kepada 50 orang saja. Selain itu, bagi warga Depok yang ingin melakukan pengurusan paspor, tidak perlu melakukan pendaftaran antiran secara online.

“Warga Depok tidak perlu daftar online terlebih dulu. Silahkan datang langsung ke Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, nanti akan dilayani oleh para petugas kami,” tuturnya.

Dadan menambahkan, pihaknya akan memberikan pelayanan untuk pengurusan permohonan pembuatan paspor baru. Karena itu, program Layanan Paspor Simpatik tersebut tidak berlaku untuk pengurusan penggantian paspor yang rusak atau hilang.

“Bagi yang ingin melakukan penggantian paspor yang rusak ataupun hilang, bisa mengurus pada hari kerja,” tutupnya. (sumber : depok.go.id)

Workshop terkait Pemantauan Orang Asing dan ORMAS Asing

Kantor Imigrasi Kelas II Depok mengadakan workshop terkait Pemantauan Oarang Asing dan ORMAS Asing yang ada di Wilayah Kota Depok, bersama dengan Pemkot Depok pada hari Selasa Tanggal 20-12-2017 (Deteksi, Identifikasi, dan Laporkan).

 

 

Kantor Imigrasi Depok Terbitkan 42.561 Paspor pada 2017

 

Kantor Imigrasi Depok telah menerbitkan 42 ribu lebih paspor sejak Januari hingga pertengahan Desember 2017 ini. Pada akhir Desember 2017, jumlah penerbitan paspor diperkirakan lebih dari 43 ribu dokumen.

“Untuk penerbitan paspor (jenis paspor) 48 dan 24 halaman sampai pertengahan Desember 2017 ini totalnya sudah 42.561 dokumen dan diperkirakan jumlah penerbitan sampai 31 Desember 2017 sekitar 43.800 dokumen,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Depok Dadan Gunawan kepada detikcom, Selasa (19/12/2017).

Sementara itu, Imigrasi Depok menolak 270 pemohon pada periode 2017. Sebanyak 69 di antaranya ditolak karena ada indikasi menjadi tenaga kerja Indonesia nonprosedural dan 171 lainnya ditolak oleh sistem.

“Ditolak oleh sistem itu, ada beberapa penolakannya. Pertama duplikasi, misalnya dia pernah mengajukan permohonan baru, padahal penggantian atau ada yang mengajukan dengan identitas berbeda, padahal konsepnya di kita kan pakai sidik jari, sehingga mau diubah nama pun sidik jarinya tetap satu, jadi ditolak,” papar Dadan.

Ada juga pemohon yang ditolak karena ada indikasi memberikan keterangan yang tidak benar.

“Misalnya dia tujuannya mau wisata, tetapi profilnya tidak pas. Dalam konteks itu, kita sinyalir indikasi dia mau bekerja sebagai TKI nonprosedural sehingga kita batalkan atau tunda permohonannya,” sambung Dadan.

Pihak Imigrasi Depok juga pernah menunda atau menolak pembuatan paspor warga karena terindikasi hendak ke Suriah untuk bergabung dengan jaringan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

“Itu salah satunya, jadi dia membawa keluarganya dengan memanfaatkan modus berkunjung. Tetapi rutenya tentunya kalau sudah melibatkan jaringan sudah rapi. Tetapi kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan wawancara terhadap pemohon. Kalau sudah rapi begitu, kalau seandainya dia lolos, itu di luar kemampuan kami,” terang Dadan.

Lebih jauh, Dadan mengaku pendaftaran permohonan paspor secara online banyak mendapat respons dari masyarakat. Namun pihaknya terbatas pada kuota yang telah ditetapkan.

“Sebetulnya skema antrean ini kita update setiap hari. Cuma karena banyak respons, seolah-olah habis. Kuota per hari itu 180, tapi kita update terus, setelah dibuka pun kita buka update,” sambung Dadan.

Ia menambahkan, kuota antrean online itu ditetapkan berdasarkan kemampuan sumber daya manusia dan ketersediaan perangkat yang dimiliki Kantor Imigrasi Depok.

“Peningkatannya tidak bisa berbanding lurus dengan jumlah kuota, tetapi kami terus berusaha memperbaiki pelayanan kami. Kalaupun ada yang tidak kebagian (kuota), kita arahkan ke customer service untuk tetap dilayani,” ucap Dadan. (sumber : detik.com)

23 WNA di Depok Dideportasi Selama 2017

Kantor Imigrasi Depok melakukan penindakan terhadap warga negara asing (WNA) yang melanggar keimigrasian. Sepanjang 2017 hingga 18 Desember, Kantor Imigrasi Depok telah mendeportasi sebanyak 23 WNA.

“Yang dideportasi tentunya WNA yang berkaitan dengan pelanggaran keimigrasian atau ada yang sudah menjalani masa hukuman karena melakukan tindak pidana umum dari Rutan/Lapas kemudian tindakan kami mendeportasi yang bersangkutan,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Depok Dadan Gunawan kepada detikcom, Selasa (19/12/2017).

Sementara di tahun 2017, Kantor Imigrasi Depok mencatat ada 45 WNA yang dikenakan biaya beban karena overstay. “Ada orang asing yang melanggar batas izin tinggal (overstay) selama kurang dari 60 hari, dia wajib membayar biaya beban. Denda per harinya itu Rp 300 ribu,” lanjut Dadan.

Untuk menindak para WNA yang melanggar keimigrasian, Kantor Imigrasi Depok secara rutin melakukan pengawasan terhadap orang asing. “Petugas tentunya akan mengambil tindakan apabila ada orang asing yang melanggar keimigrasian,” cetus Dadan.

Sementara Dadan mengaku, selama ini pihaknya tidak pernah menemukan adanya WNA yang menggelandang. “Selama ini tidak ada. Kalau pun ada itu pengungsi atau pencari suaka ada sekitar 121 orang, misalnya WN Afganistan,” tambah Dadan.

Hingga November 2017, Kantor Imigrasi Depok telah menerbitkan 1.331 izin tinggal bagi WNA. Dari 1.331, di antaranya 142 perpanjang visa on arrival, 377 perpanjangan izin kunjungan, 35 alih status izin kunjungan ke KITAS, dan 302 penerbitan KITAS baru.

Di banding 2016, jumlah penerbitan izin tinggal yang diterbitkan Kantor Imigrasi Depok pada tahun 2017 terjadi penurunan. Tahun 2016, Imigrasi Depok menerbitkan total 1.087 izin tinggal.

“Kemudian (izin tinggal) yang terbanyak berdasarkan warga negara yakni di urutan pertama Korea Selatan, kedua Jepang, kemudian India, Australia dan terakhir Malaysia,” sambung Dadan.

Adapun, penerbitan izin tinggal bagi WNA tersebut, rata-rata maksud dan tujuannya adalah untuk pendidikan, bekerja, keluarga, anak/suami/istri pengikut TKA (Tenaga Kerja Asing) dan agama. “Atau dalam rangka misionaris keagamaan, misalnya ada ulama dari Arab hendak melakukan ceramah di Depok, misalnya,” tuturnya. (sumber : detik.com)

Rapat evaluasi pelayanan Immigration Day Service dengan UI

Kantor Imigrasi Kelas II Depok dan Universitas Indonesia mengadakan rapatevaluasi mengenai IDS (Immigration Day Service), pada tanggal 19 desember 2017 di Kantor Urusan Internasional Universitas Indonesia dan Universitas Indonesia memberikan penghargaan dalam memberikan pelayanan Keimigrasian bagi mahasiswa asing di UI (Layanan Immigration Day Service)

 

 

 

 

 

Kegiatan “In House Training” dijajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat

 

Purwakarta, 16-12-2017

Kegiatan “In House Training” dijajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Bapak Indro Purwoko memaparkan hasil kinerja seluruh jajarannya di tahun 2017 dan memberikan 25 penghargaan terbaik kepada UPT se-Jawa Barat. Dari 25 penghargaan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Depok berhasil mendapatkan 2 penghargaan sekaligus yaitu ” Unit  Pelayanan Teknis dengan media sosial teraktif tahun 2017″ dan Predikat terbaik ke – 1 “Kategori Tim Pengawas orang asing ter aktif tahun 2017”.