Archive for category: Berita Terkini

Imigrasi Depok Gagalkan Dugaan TPPO dengan Modus Pengantin Titipan ke Tiongkok

DEPOK – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok mengungkap adanya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus “pengantin titipan” dalam proses permohonan paspor, Senin (24/8/2026). Dugaan tersebut terdeteksi saat petugas melakukan wawancara terhadap pemohon paspor dan menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan yang disampaikan oleh pemohon.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pendalaman oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut tujuan keberangkatan serta latar belakang permohonan paspor yang diajukan.

Berdasarkan hasil pendalaman awal, ditemukan indikasi bahwa pemohon diduga akan diberangkatkan ke Tiongkok dengan modus “pernikahan”. Dugaan tersebut mengarah pada adanya pola perekrutan melalui tawaran pernikahan yang berpotensi berkaitan dengan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Atas temuan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Metro Depok untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah adanya Warga Negara Indonesia yang berpotensi menjadi korban TPPO.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, menyampaikan bahwa temuan tersebut menjadi bukti pentingnya ketelitian petugas dalam setiap tahapan pelayanan keimigrasian, khususnya pada proses wawancara pemohon paspor.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan untuk mencegah adanya Warga Negara Indonesia yang akan menjadi calon korban TPPO melalui berbagai modus, termasuk pengantin pesanan,” ujar Irvan Triansyah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses wawancara dalam pelayanan paspor menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kesesuaian informasi yang disampaikan pemohon dengan tujuan keberangkatannya. Melalui proses pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan secara cermat, potensi keberangkatan Warga Negara Indonesia yang berisiko menjadi korban TPPO dapat diantisipasi sejak dini.

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran untuk bepergian ke luar negeri, baik melalui tawaran pernikahan, pekerjaan, maupun modus lainnya yang disertai iming-iming sejumlah uang.

Masyarakat diharapkan dapat memastikan informasi serta legalitas dari setiap tawaran yang diterima sebelum mengambil keputusan untuk bepergian ke luar negeri. Tawaran yang terlihat menguntungkan namun tidak disertai informasi yang jelas berpotensi menimbulkan kerugian maupun mengarah pada praktik eksploitasi.

Kegiatan pendalaman dan koordinasi dengan aparat penegak hukum ini menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok dalam memperkuat fungsi pengawasan keimigrasian. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk pencegahan terhadap potensi TPPO melalui pemeriksaan yang lebih cermat dalam proses pelayanan keimigrasian.

Melalui peningkatan kewaspadaan petugas, penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta edukasi kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan keimigrasian sebagai bagian dari upaya pencegahan TPPO dan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia.

Imigrasi Depok Hadirkan Edukasi Keimigrasian dan Budidaya Ayam Petelur di Rangkapan Jaya

Depok – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian dan Pemberian Bantuan Ketahanan Pangan kepada masyarakat Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (6/8/2026). Bantuan yang diberikan berupa 30 ekor ayam petelur jenis Elba kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa/Kelurahan Binaan Imigrasi yang menggabungkan edukasi keimigrasian dengan dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Kelurahan Rangkapan Jaya beserta jajaran, masyarakat penerima bantuan, Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), serta praktisi peternakan ayam. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan, penyerahan bantuan secara simbolis, sosialisasi keimigrasian, penyampaian materi ketahanan pangan, dan diskusi bersama masyarakat.

Mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Shalahuddin Al Ayubi, menyampaikan bahwa Program Desa Binaan menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperluas edukasi keimigrasian sekaligus mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Shalahuddin mengajak masyarakat untuk memahami prosedur permohonan paspor serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus yang dapat mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia juga menyampaikan bahwa hingga tahun 2026, Kota Depok belum tercatat memiliki kasus TPPO yang melibatkan warganya. Selain itu, masyarakat diinformasikan mengenai operasional Immigration Point Bojongsari sebagai titik layanan keimigrasian keempat di wilayah kerja Kantor Imigrasi Depok.

Lurah Kelurahan Rangkapan Jaya, Agus Ryan Herdyana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kerja sama antara Pemerintah Kelurahan Rangkapan Jaya dan Kantor Imigrasi Depok dapat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta berharap kolaborasi serupa dapat dilanjutkan melalui program pemberdayaan lainnya.

Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Kelurahan Rangkapan Jaya, Muhammad Trie Aminanto, kemudian menyerahkan secara simbolis 30 ekor ayam petelur jenis Elba kepada perwakilan peternak setempat. Setelah penyerahan bantuan, PIMPASA memberikan informasi mengenai pelayanan paspor, persyaratan permohonan paspor melalui aplikasi M-Paspor, tarif PNBP, serta titik-titik layanan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok.

Selain materi keimigrasian, kegiatan diisi dengan pemaparan mengenai budidaya ayam petelur oleh praktisi peternakan, Hevi Satria Anom, S.E. Materi yang disampaikan mencakup penerapan metode Deep Litter dan Litter Box yang dapat digunakan dalam budidaya ayam petelur pada lahan terbatas. Metode tersebut juga memanfaatkan bahan organik dan menghasilkan pupuk kompos yang dapat digunakan maupun dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomis.

Melalui Program Desa/Kelurahan Binaan Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok terus melaksanakan edukasi keimigrasian dan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan pelayanan publik serta dukungan terhadap program strategis pemerintah.

Immigration Goes to School : Imigrasi Depok Edukasi Siswa SMAN 2 Depok tentang TPPO dan Poltekimipas

Depok – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menggelar kegiatan Immigration Goes to School di SMA Negeri 2 Depok, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dengan menghadirkan materi keimigrasian, pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta pengenalan pendidikan kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk ketika mendapatkan tawaran untuk bekerja di luar negeri. Edukasi ini disampaikan agar siswa dapat lebih memahami pentingnya informasi yang jelas dan prosedur yang sesuai sebelum melakukan perjalanan.

Materi pencegahan TPPO membahas sejumlah hal yang perlu diwaspadai dalam tawaran bekerja ke luar negeri. Para siswa diingatkan untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran penghasilan tinggi maupun keberangkatan yang cepat apabila informasi mengenai pekerjaan, pihak perekrut, dan prosedurnya tidak jelas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan.

Selain membahas pencegahan TPPO, pengenalan pendidikan kedinasan Poltekimipas disampaikan oleh Taruna Poltekimipas yang turut hadir dalam kegiatan Immigration Goes to School. Para siswa mendapatkan gambaran mengenai pendidikan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan, lingkungan pendidikan, serta bidang yang dipelajari. Taruna juga memperkenalkan pilihan pendidikan dan gambaran karier yang dapat menjadi pertimbangan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.

Pelaksanaan Immigration Goes to School di SMA Negeri 2 Depok menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok dalam memberikan edukasi keimigrasian kepada pelajar. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memiliki pemahaman mengenai keimigrasian, lebih waspada terhadap potensi TPPO, serta mengenal pilihan pendidikan kedinasan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Dekatkan Layanan kepada Masyarakat, Imigrasi Depok Gelar Eazy Paspor di PT JIAEC

 

Depok – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat melalui pelaksanaan layanan Eazy Paspor di PT JIAEC pada Kamis (30/07). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Depok menghadirkan pelayanan paspor yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.

Pelaksanaan layanan Eazy Paspor tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat “Imigrasi Untuk Rakyat”. Semangat ini diwujudkan melalui upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin mudah dijangkau, cepat, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan mendatangi lokasi pemohon, pelayanan dapat diberikan secara lebih praktis tanpa masyarakat harus datang langsung ke Kantor Imigrasi.

Melalui layanan Eazy Paspor, proses permohonan paspor dapat dilaksanakan secara kolektif di lokasi yang telah ditentukan. Kehadiran layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan publik sekaligus mendukung terciptanya proses pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Pelaksanaan Eazy Paspor di PT JIAEC menjadi salah satu bentuk upaya Kantor Imigrasi Depok dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan pelayanan yang dilaksanakan secara langsung di lokasi pemohon, masyarakat dapat memperoleh akses layanan paspor dengan lebih mudah dan praktis.

Sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, semangat “Imigrasi Untuk Rakyat” akan terus diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Melalui berbagai inovasi pelayanan yang terus dikembangkan, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok berupaya menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin mudah diakses serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Edukasi Pencegahan TPPO dan Pendidikan Kedinasan, Imigrasi Depok Hadir di Ponpes Rubath Nurul Musthofa

Depok – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok melaksanakan kegiatan edukasi keimigrasian di Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Kota Depok, Kamis (30/7). Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri dengan materi yang mencakup keimigrasian, pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta pengenalan pendidikan kedinasan.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperoleh informasi mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali prosedur keimigrasian serta mewaspadai berbagai bentuk tawaran bekerja atau bepergian ke luar negeri yang berisiko mengarah pada TPPO.

Materi pendidikan kedinasan disampaikan oleh Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas), yang memberikan gambaran mengenai lingkungan pendidikan dan pilihan karier di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan. Sementara itu, Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) menyampaikan materi terkait keimigrasian dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan atau bekerja ke luar negeri.

Dewan Pengajar Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Ahmad Fadhilah Kurnia, menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan. Ia menyebut para santri mengikuti kegiatan dengan antusias dan mendapatkan informasi baru mengenai pendidikan kedinasan yang sebelumnya belum banyak diketahui. Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi santri dalam menentukan pilihan pendidikan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan edukasi keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok kepada masyarakat. Melalui penyampaian informasi mengenai pendidikan kedinasan, keimigrasian, dan pencegahan TPPO, peserta diharapkan dapat memiliki informasi yang dapat digunakan dalam menentukan pilihan pendidikan maupun saat merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Immigration Goes to School: Imigrasi Depok Kenalkan Poltekimipas dan Edukasi TPPO

Depok – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi keimigrasian di SMA Mardi Yuana, Kota Depok, Kamis (23/7). Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa, khususnya siswa kelas XII, sebagai bagian dari penyampaian informasi mengenai pendidikan kedinasan dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kegiatan sosialisasi menjadi wadah penyampaian informasi kepada siswa mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA serta pemahaman mengenai risiko bekerja ke luar negeri melalui jalur yang tidak sesuai prosedur. Materi disampaikan oleh Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (POLTEKIMIPAS) serta Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai sekolah kedinasan oleh Taruna POLTEKIMIPAS. Materi tersebut mencakup informasi mengenai pendidikan di POLTEKIMIPAS serta gambaran mengenai jalur pendidikan kedinasan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Selanjutnya, Petugas PIMPASA Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menyampaikan materi mengenai TPPO. Materi membahas kewaspadaan terhadap tawaran bekerja di luar negeri yang tidak sesuai prosedur, serta pentingnya memahami ketentuan dan prosedur sebelum bekerja di luar negeri.

Kepala SMA Mardi Yuana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan informasi kepada siswa mengenai alternatif pendidikan setelah lulus sekolah, termasuk pendidikan kedinasan. Kegiatan juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pemahaman mengenai pencegahan TPPO.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok memberikan informasi kepada siswa mengenai pendidikan kedinasan melalui Poltekimipas serta edukasi mengenai pencegahan TPPO sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.

Pererat Kebersamaan, Kantor Imigrasi Depok Selenggarakan Santunan Anak Yatim

Rabu (08/07), Kantor Imigrasi Depok menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim yang diikuti oleh anak-anak dari Panti Asuhan Santo Fransiskus Assisi dan Panti Asuhan Al-Aisyah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui momen berbagi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian acara dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan interaksi antara anak-anak panti asuhan dan jajaran pegawai Kantor Imigrasi Depok. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk saling mengenal, berbincang, dan membangun kebersamaan dalam suasana yang sederhana namun bermakna.

Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-cita. Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menumbuhkan rasa peduli dan semangat berbagi di lingkungan sekitar.

Sebagai instansi pelayanan publik, Kantor Imigrasi Depok tidak hanya berkomitmen memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, tetapi juga berupaya hadir melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat Imigrasi Untuk Rakyat, yang diwujudkan tidak hanya melalui pelayanan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan.

Imigrasi Depok Hadirkan Eazy Paspor di Public Service Day 2026 Universitas Indonesia

Depok – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat melalui partisipasinya dalam kegiatan Public Service Day 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia. Pada kegiatan yang berlangsung di Universitas Indonesia, Kamis (11/06), Kantor Imigrasi Depok menghadirkan layanan Eazy Paspor sebagai bentuk pelayanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Keikutsertaan Kantor Imigrasi Depok dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat “Imigrasi Untuk Rakyat”. Semangat ini diwujudkan melalui upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin mudah dijangkau, cepat, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan mendekatkan pelayanan ke lokasi kegiatan, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih praktis terhadap layanan keimigrasian tanpa harus menghadapi kendala jarak maupun waktu.

Melalui layanan Eazy Paspor, masyarakat tidak perlu datang langsung ke Kantor Imigrasi untuk mendapatkan pelayanan permohonan paspor. Kehadiran layanan ini menjadi solusi yang mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan publik, sehingga proses pelayanan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Inovasi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, menyampaikan bahwa pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Imigrasi dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kehadiran layanan keimigrasian di berbagai kegiatan masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk memastikan pelayanan publik dapat diakses secara lebih mudah dan merata.

Selain memberikan kemudahan akses layanan paspor, kegiatan Public Service Day 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan berbagai inovasi pelayanan keimigrasian kepada masyarakat serta sivitas akademika Universitas Indonesia. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai upaya yang dilakukan Imigrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.

Sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, semangat “Imigrasi Untuk Rakyat” akan terus diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Melalui berbagai inovasi pelayanan yang terus dikembangkan, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok berupaya menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin mudah diakses serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Imigrasi Depok Dorong Pengawasan Orang Asing Berbasis Digital Melalui Sosialisasi APOA 2026

Depok – Dalam upaya memperkuat pengawasan keberadaan orang asing secara efektif dan terintegrasi, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menggelar Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) Tahun Anggaran 2026 di Trans Hotel Cibubur, Kamis (04/06).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kantor Imigrasi Depok dalam meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah serta pelaku usaha penyedia akomodasi, guna mendukung pengawasan orang asing berbasis teknologi informasi. Melalui pemanfaatan aplikasi APOA, proses pelaporan keberadaan orang asing di tempat penginapan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan transparan.

Sosialisasi diikuti oleh perwakilan hotel, apartemen, guest house, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran penting dalam pelaporan data orang asing. Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tata cara penggunaan aplikasi APOA, kewajiban pelaporan sesuai ketentuan keimigrasian, serta manfaat digitalisasi dalam mendukung pengawasan keimigrasian yang lebih optimal.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan dinamis. Selain penyampaian materi oleh narasumber dari Kantor Imigrasi Depok, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi aplikasi APOA di lapangan. Berbagai kendala dan tantangan yang kerap dihadapi dalam proses pelaporan turut dibahas guna menemukan solusi yang efektif dan aplikatif.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kantor Imigrasi Depok menegaskan bahwa pelaporan orang asing melalui APOA merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung pengawasan keimigrasian. Data yang dilaporkan secara tepat dan tepat waktu akan membantu petugas dalam melakukan pemantauan keberadaan serta aktivitas warga negara asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Depok.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat global dan kunjungan warga negara asing ke Indonesia, pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang modern dan responsif. Oleh karena itu, aplikasi APOA terus dikembangkan sebagai sarana yang memudahkan pengelola akomodasi dalam memenuhi kewajiban pelaporan secara daring.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara instansi pemerintah dan pelaku usaha akomodasi. Dengan kolaborasi yang baik serta pemanfaatan teknologi yang optimal, pengawasan orang asing dapat berjalan lebih efektif guna mendukung keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum keimigrasian di wilayah Kota Depok dan sekitarnya.

Perkuat Spiritualitas Pegawai, Kantor Imigrasi Depok Gelar Pengajian Sambut Ramadhan 1447 H

Depok – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menyelenggarakan kegiatan pengajian dan tausiyah sebagai bagian dari pembinaan kerohanian bagi seluruh jajaran pegawai. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dudi Iskandar pada Rabu (11/02/2026) dan diikuti oleh Kepala Kantor, para pejabat struktural, serta seluruh pegawai Kantor Imigrasi Depok.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum penting untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kedisiplinan, membangun integritas, serta menumbuhkan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ramadhan juga dipandang sebagai sarana pembinaan karakter aparatur agar semakin profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz H. Dedi Samsul Bahri, S.H., yang mengangkat tema tentang persiapan diri dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Tausiyah tersebut menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin, perbaikan niat, penguatan spiritualitas, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Taufiq, dengan harapan agar seluruh rangkaian ibadah Ramadhan dapat berjalan dengan lancar, penuh keberkahan, serta membawa dampak positif bagi peningkatan ketakwaan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok berharap nilai-nilai spiritual Ramadhan dapat memperkuat budaya kerja yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan prima, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara profesional dan berkelanjutan.